-->

Notification

×

Iklan

DONASI

DONASI

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

SBY Soal Bentrok Pelajar dan Wartawan

Tuesday, September 20, 2011 | 1:35 PM WIB Last Updated 2018-05-11T12:37:05Z
PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono turut memberikan komentarnya seputar kasus bentrokan antara wartawan dengan siswa SMU 6 yang terjadi Senin (19/9). Menurut SBY persoalan itu harus diselesaikan dengan baik. Hukum harus ditegakan jangan sampai ada benturan seperti itu.

Apalagi, lanjut SBY, negara Indonesia rawan soal perkara seperti ini. "Negara kita rawan soal begitu di seluruh Indonesia," kata SBY. Untuk itu, berbagai masalah ini hendaknya dapat diselesaikan dengan baik sehingga ada pelajaran berharga.

Sebagaimana diketahui, bentrokan antara siswa SMU 6 dengan terjadi pada Senin (20/9) kemarin. Kericuhan bermula dari aksi damai yang dilakukan sejumlah wartawan atas perlakuan tidak menyenangkan oleh seorang yang diduga berasal dari SMU 6 atas jurnalis Trans 7. Akibat kericuhan itu sejumlah wartawan mengalami luka.

Sebuah blog milik salah satu siswa SMA 6 Jakarta, turut membuka tabir kericuhan wartawan-siswa SMA 6 Jakarta tadi siang. Dalam tulisan bertajuk Sulutan Api di Bumi Mahakam penulis blog awalnya tak begitu mempedulikan apa yang terjadi di sekolahnya siang itu, termasuk mengapa pintu gerbang di gembok dari dalam.


"Turun kau dari sana!", teriak seorang guru Kimia mengejutkannya. Ia menatap ke langit-langit, ke atap gedung SMAN 6 Mahakam, atap Pos Satpam. "Seorang wartawan memanjat gedung sekolah saya, mengotorinya dengan sepatunya. ia menginjak sekolah saya, tempat saya meraih pendidikan selama dua tahun terakhir," katanya.

"Woi, ngapain lo di sana!" ia berteriak. "Turun! Apa-apaan kamu!" "Tunjukkan etikamu!" teriak warga kantin dan guru-guru. Tapi, katanya, semua teriakkan itu hanya dibalas dengan ancaman oleh wartawan itu, "Jangan bicara soal etika kepada saya!", "Awas kamu, saya bisa menuntut!"

Beberapa saat setelah peristiwa naiknya wartawan tersebut, kata dia, orang-orang yang ingin keluar/masuk gerbang SMAN 6 dikepung oleh wartawan. "Beberapa teman seangkatan saya berjalan menuju sekolah dari arah Taman untuk mengambil motor dan pergi dari tempat kejadian. namun, pada saat ia baru saja keluar dari gerbang bersama motornya, wartawan mulai mengepungnya (mungkin ingin mengambil gambar), namun dari kepungan itu muncul satu pukulan, dua pukulan. ricuh," tulisnya.

sumber : republika
×
Berita Terbaru Update