APARAT polisi telah mengidentifikasi mayat yang ditemukan di dalam kardus di Koja, Jakarta Utara dan bocah dalam koper di Cakung, Jakarta Timur. Keduanya teridentifikasi sebagai warga Lampung yang memiliki hubungan ibu dan anak.
"Korban memiliki hubungan sebagai ibu dan anak yang merupakan warga Lampung," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Gatot Edy Pramono saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (21/10/2011).
Sang ibu diketahui bernama Hertati (35) dan anaknya bernama Er (6). Keduanya telah berada di Jakarta sejak dua bulan lalu.
"Korban dan anaknya diajak oleh tersangka ke Jakarta untuk dicarikan pekerjaan," kata Gatot.
Sementara tersangka bernama Rahmat Awifi (26) yang beralamat di Jl Bakti, Jakarta Utara dan Kriswahyudi (27) beralamat di Poncol, Jakarta Pusat. Tersangka Rahmat berpacaran dengan korban sejak 2 bulan lalu.
"Korban dan tersangka sama-sama orang Lampung aslinya. Mereka sudah saling kenal sejak 2009 lalu," kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Helmy Santika dalam kesempatan yang sama.
Dijelaskan Helmy, Hertati sebenarnya sudah memiliki suami. Dari hasil pernikahan dengan suaminya itu, korban memiliki seorang anak, Er.
"Cuma, korban sudah pisah ranjang dengan suaminya itu dan berpacaran dengan korban," kata Helmy.
Sekitar Agustus 2011, korban bersama anaknya kemudian diajak ke Jakarta. Kepada korban, tersangka Rahmat menjanjikan akan mencarikan pekerjaan di Jakarta.
"Korban kemudian ikut bersama anaknya dan tinggal di rumah kontrakan di Sukapura, Jakarta Utara," ungkapnya.
Terungkapnya identitas korban bermula dari adanya laporan warga melalui call center kepolisian. Saat itu, polisi mendapat laporan warga yang mengaku sebagai adik korban.
"Akhirnya anggota disebar, ada yang ke Lampung dan ke Jawa. Ternyata yang di Lampung inilah yang tepat berdasarkan ciri-ciri korban," tutup Helmy.
Seperti diketahu, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan di dalam kardus di Jl Kurnia, Gang D, Jakarta Timur pada Jumat (14/10) siang lalu. Di dalam kardus tersebut, ditemukan tiga lembar pas foto berwajah seorang pemuda diperkirakan berusia 15-20 tahun.
Keesokannya, Sabtu (15/10), mayat bocah perempuan berusia sekitar 5-10 tahun ditemukan di dalam koper ditemukan di Jl Cakung-Cilincing, Cakung, Jakarta Timur. Pelaku juga meninggalkan petunjuk serupa seperti pada mayat di Koja, yakni sebuah kartu nama.
sumber : detik
"Korban memiliki hubungan sebagai ibu dan anak yang merupakan warga Lampung," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Gatot Edy Pramono saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (21/10/2011).
Sang ibu diketahui bernama Hertati (35) dan anaknya bernama Er (6). Keduanya telah berada di Jakarta sejak dua bulan lalu.
"Korban dan anaknya diajak oleh tersangka ke Jakarta untuk dicarikan pekerjaan," kata Gatot.
Sementara tersangka bernama Rahmat Awifi (26) yang beralamat di Jl Bakti, Jakarta Utara dan Kriswahyudi (27) beralamat di Poncol, Jakarta Pusat. Tersangka Rahmat berpacaran dengan korban sejak 2 bulan lalu.
"Korban dan tersangka sama-sama orang Lampung aslinya. Mereka sudah saling kenal sejak 2009 lalu," kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Helmy Santika dalam kesempatan yang sama.
Dijelaskan Helmy, Hertati sebenarnya sudah memiliki suami. Dari hasil pernikahan dengan suaminya itu, korban memiliki seorang anak, Er.
"Cuma, korban sudah pisah ranjang dengan suaminya itu dan berpacaran dengan korban," kata Helmy.
Sekitar Agustus 2011, korban bersama anaknya kemudian diajak ke Jakarta. Kepada korban, tersangka Rahmat menjanjikan akan mencarikan pekerjaan di Jakarta.
"Korban kemudian ikut bersama anaknya dan tinggal di rumah kontrakan di Sukapura, Jakarta Utara," ungkapnya.
Terungkapnya identitas korban bermula dari adanya laporan warga melalui call center kepolisian. Saat itu, polisi mendapat laporan warga yang mengaku sebagai adik korban.
"Akhirnya anggota disebar, ada yang ke Lampung dan ke Jawa. Ternyata yang di Lampung inilah yang tepat berdasarkan ciri-ciri korban," tutup Helmy.
Seperti diketahu, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan di dalam kardus di Jl Kurnia, Gang D, Jakarta Timur pada Jumat (14/10) siang lalu. Di dalam kardus tersebut, ditemukan tiga lembar pas foto berwajah seorang pemuda diperkirakan berusia 15-20 tahun.
Keesokannya, Sabtu (15/10), mayat bocah perempuan berusia sekitar 5-10 tahun ditemukan di dalam koper ditemukan di Jl Cakung-Cilincing, Cakung, Jakarta Timur. Pelaku juga meninggalkan petunjuk serupa seperti pada mayat di Koja, yakni sebuah kartu nama.
sumber : detik
