![]() |
| Yue Yue saat dirawat intensif di RS General Hostipal of Guangzhou Military Command |
AKHIRNYA, bocah naas berjenis kelamin perempuan berusia dua tahun, yang menjadi korban tabrak lari dan dibiarkan tergeletak berlumuran darah oleh orang-orang yang lewat di dekatnya, di Guangzhou, China, meninggal dunia Jumat (21/10) pukul 00.32 waktu setempat. Yue Yue akhirnya kalah setelah berjuang sejak 13 Oktober lalu dalam keadaan koma akibat perdarahan dan kegagalan fungsi otak.
Yue Yue cukup kuat untuk bertahan setelah ditabrak dan dilindas mobil sebanyak dua kali tanpa mendapatkan pertolongan selama lebih dari lima menit. Setelah ditolong oleh seorang nenek pemulung, Yue Yue pun dilarikan ke rumah sakit oleh orang tu anya.
Meski sempat menunjukkan perkembangan positif, Yue Yue dikabarkan memburuk beberapa saat kemudian. Bahkan dokter yang merawatnya mengatakan bahwa Yue Yue sudah mati secara medis akibat kegagalan fungsi otak (mati otak.)
Yue Yue cukup kuat untuk bertahan setelah ditabrak dan dilindas mobil sebanyak dua kali tanpa mendapatkan pertolongan selama lebih dari lima menit. Setelah ditolong oleh seorang nenek pemulung, Yue Yue pun dilarikan ke rumah sakit oleh orang tu anya.
Meski sempat menunjukkan perkembangan positif, Yue Yue dikabarkan memburuk beberapa saat kemudian. Bahkan dokter yang merawatnya mengatakan bahwa Yue Yue sudah mati secara medis akibat kegagalan fungsi otak (mati otak.)
![]() |
| Yue Yue semasa hidupnya bersama sang ibunda |
Sang ibu yang tampak sangat menyesal atas kejadian yang menimpa anaknya dihadapkan pada dua pilihan yang menyulitkannya, yakni melepas alat bantu hidupnya atau tetap membiarkannya terpasang. Meski sang bunda enggan menyerah dan berharap Yue Yue tak menyerah, tapi nasib berkata lain.
Ada info yang menyatakan bahwa kejadian tragis yang dialami Yue Yue bisa jadi karena beberapa faktor yang pernah saya tulis disini. Ada juga yang menyatakan bahwa anak gadis di Cina tidaklah dianggap berharga. Bahkan ada juga yang bilang bahwa di Cina nyawa manusia amat murah.
Ada info yang menyatakan bahwa kejadian tragis yang dialami Yue Yue bisa jadi karena beberapa faktor yang pernah saya tulis disini. Ada juga yang menyatakan bahwa anak gadis di Cina tidaklah dianggap berharga. Bahkan ada juga yang bilang bahwa di Cina nyawa manusia amat murah.
Cukup Yue Yue seorang yang menjadi akhir dari kelainan psikologi seperti Bystander Effect, kesenjangan ekonomi dan kemerosotan nilai-nilai kemanusiaan. Semoga kasus ini bisa menjadi pelajaran buat kita semua bahwa nyawa manusia begitu berharga, walau seringkali tak dihargai. Kini, darah Yue Yue menempel pada tangan ke delapan belas orang yang mengacuhkannya dan kepada dua sopir yang tega menabrak dan melindasnya. Selamat jalan Yue Yue..
Kejadian tersebut berawal saat bocah malang yang diketahui bernama Yueyue tersebut menyeberangi jalan raya di Kota Foshan, Cina Selatan. Saat ada mobil van melintas, ia pun tertabrak. Tak cukup hanya ditabrak tapi juga dilindas.
Belum lama, sebuah truk kecil yang melintas kembali melindas balita yang sejatinya akan ke seberang jalan tempat toko milik orangtuanya. Yang memprihatinkan, meski ada sekitar sembilan belas orang yang mengetahuinya, tak ada yang menolongnya.
Kemana hati nurani mereka yang diam saja melihat orang tertabrak? Apalagi masih berusia dua tahun? Apakah negara ini mengidap penyakit antisosial yang parah?
Barulah saat ada nenek pemulung yang belakangan diketahui bernama Chen Yianmei yang rasa manusiawinya tersentak langsung menolong dan menjerit minta tolong. Orangtua Yueyue yang mendengar kejadian yang menimpa anaknya itu langsung membawanya ke rumah sakit.
Video detik-detik Yue yue ditabrak mobil dan dibiarkan orang yang melihatnya:
Ditabrak dua kali dan dilindas pada 13 Oktober 2011 kemarin sekitar pukul 17.25, Yueyue pun divonis dokter tak akan bertahan hidup karena otaknya hampir mengalami kematian. Dokter pun ragu Yue yue bisa bertahan saat dioperasi.
Sementara itu dua sopir yang menabrak bocah malang tersebut kini ditahan kepolisian setempat. Bagaimana mungkin ia menabrak dan meninggalkan bocah berusia dua tahun begitu saja tanpa ada rasa kasihan sedikit pun? Kemana hati nurani mereka?
Menurut Kantor berita Xinhua, insiden ini menimbulkan kemarahan sosial di berbagai situs jejaring sosial. Kejadian tragis yang terekam kamera video keamanan setempat membuktikan bahwa rasa kemanusiaan di Foshan patut dipertanyakan.
![]() |
| Yueyue dirawat intensif pasca tabrakan mengenaskan |
Yueyue yang terluka parah akibat terlindas dua kali itupun dirawat di RS General Hostipal of Guangzhou Military Command. Yueyue yang harus bergantung dari bantuan alat pernapasan buatan menunjukkan tanda-tanda kesembuhan. Dokter yang berhasil menstabilkan kondisi Yueyue pun tak mengira dengan kemajuan Yueyue ini.
Sedangkan penabrak pertama yang sudah diamankan mengaku bahwa ia sedang bertengkar dengan pacarnya di telepon. Penabrak yang menyalahkan Yueyue karena tidak melihat jalan ini lantas menyatakan bahwa ia sengaja melarikan diri karena Yueyue yang dilindasnya sudah berdarah.
Dan lagi kebijakan pemerintah setempat yang memberi denda tak masuk akal, yakni 20ribu yuan jika seseorang meninggal atau ratusan ribu yuan jika seseorang terluka. Si pengemudi yang tak punya rasa kemanusiaan ini pun memilih untuk bersiap membayar 20 ribu yuan saja (sekitar $3,125).
Sang nenek pemulung yang menolong Yueyue akhirnya diberi imbalan sebesar 1.570 dollar AS sebagai hadiah atas rasa kemanusiaannya yang patut ditiru.
sumber : gugling
Dan lagi kebijakan pemerintah setempat yang memberi denda tak masuk akal, yakni 20ribu yuan jika seseorang meninggal atau ratusan ribu yuan jika seseorang terluka. Si pengemudi yang tak punya rasa kemanusiaan ini pun memilih untuk bersiap membayar 20 ribu yuan saja (sekitar $3,125).
Sang nenek pemulung yang menolong Yueyue akhirnya diberi imbalan sebesar 1.570 dollar AS sebagai hadiah atas rasa kemanusiaannya yang patut ditiru.
sumber : gugling


